Singapura Tunda Haji

Minggu, 17 Mei 2020 | 10:36:35 WIB

FOTO: DOK TERDAMPAK CORONA: Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Merebaknya Virus Corona, berdampak pada penghentian sementara ibadah Umrah, dan ini pun dikhawatirkan menghalangi tahapan ibadah Haji musim 2020.
FOTO: DOK TERDAMPAK CORONA: Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Merebaknya Virus Corona, berdampak pada penghentian sementara ibadah Umrah, dan ini pun dikhawatirkan menghalangi tahapan ibadah Haji musim 2020.

BUNGOINDEPENDENT.ID, JAKARTA – Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) mengeluarkan fatwa untuk menunda pemberangkatan jamaah haji tahun ini hingga tahun depan. Keputusan itu muncul lantaran belum berakhirnya pandemi virus corona (Covid-19).

Dilansir dari laman resmi MUIS, penangguhan Haji 2020 itu didukung oleh Komite Fatwa untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan para jamaah Singapura.

Dalam pertimbangannya, MUIS juga menyebutkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global.

Hingga saat ini, lebih dari 4,4 juta kasus infeksi Covid-19 telah dilaporkan di seluruh dunia, menyebabkan lebih dari 290.000 kematian.

Bahkan, banyak negara menempatkan langkah-langkah untuk mengekang penyakit ini, namun jumlah infeksi dan kematian setiap hari tetap tinggi.

“Kemungkinan gelombang penularan lebih lanjut pun tetap ada, seiring langkah negara-negara memperlonggar aturan pembatasan mereka,” tulis MUIS, Sabtu (16/5).

Lembaga keagamaan itu mengungkapkan, ibadah haji setiap tahun melibatkan pengumpulan jamaah sekitar 2,5 juta orang dari seluruh dunia, di kota Makkah. Ini adalah pertemuan skala besar, yang melibatkan jamaah dari seluruh dunia.

“Seperti halnya perjalanan ke luar negeri, ada risiko yang melekat bagi jamaah Singapura untuk berpartisipasi dalam haji dan mengontrak virus,” ujar MUIS.

MUIS telah memantau perkembangan di Kerajaan Arab Saudi sejak pengumuman penangguhan umrah untuk meminimalkan penyebaran virus Covid-19 ke Makkah dan Madinah.

Dalam pernyataan media sebelumnya pada 27 Februari 2020, Singapura menyatakan dukungan penuhnya untuk respons cepat Arab Saudi dalam menerapkan tindakan pencegahan terhadap virus mematikan itu untuk memastikan kesehatan dan keselamatan jamaah dan masyarakat global.

“Singapura mencatat bahwa keputusan untuk menangguhkan umrah adalah tindakan teladan dari kepemimpinan Kerajaaan Arab Saudi dalam mengelola pandemi global,” ucap MUIS.

Pada Maret 2020, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan nasihat untuk lembaga-lembaga haji di seluruh dunia agar menghentikan pemesanan atau pembayaran baru sehubungan dengan rencana penyelenggaraan Haji 2020.

Maskapai Arab Saudi, Saudia Airlines juga mengumumkan penangguhan semua penerbangan internasional hingga pemberitahuan selanjutnya.

Sampai hari ini, Kerajaan Arab Saudi belum membuat pengumuman resmi tentang status penyelenggaraan haji untuk tahun ini. Sementara, pada waktu yang sama, MUIS terus berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan Singapura.

“Dan akhirnya memutuskan bahwa, sebagai pemangku kepentingan yang bertanggung jawab, Singapura sebaiknya menunda rencana Haji 2020 untuk semua 900 jamaah kita ke tahun berikutnya (2021),” tulis MUIS.

Lembaga itu melanjutkan, Komite Fatwa telah bersidang untuk membahas masalah ini dan mendukung keputusan untuk penangguhan haji bagi para jamaah Singapura ke tahun berikutnya dengan pertimbangan kesehatan dan keselamatan mereka. Komite Fatwa MUIS berpendapat bahwa dalam konteks saat ini, tidak semua prasyarat untuk haji yang aman terpenuhi.

“Dan oleh karena itu, mereka merekomendasikan agar delegasi Singapura menunda rencana haji untuk menghindari potensi bahaya. MUIS berharap bahwa keputusan awal ini akan membantu meringankan kecemasan para jamaah dan keluarga mereka,” kata MUIS. (der/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...