Biar Merah Putih Berkibar di Mana-Mana

Mengenal Zachmir, Penjahit Bendera Merah Putih Saat Agustus

Senin, 10 Agustus 2020 | 10:37:07 WIB

MUSIMAN: Zachmir yang sibuk di mesin jahitnya. Tiap tahun, dia selalu menerima pesanan menjahit bendera. SURYA ELVIZA/JAMBI INDEPENDENT
MUSIMAN: Zachmir yang sibuk di mesin jahitnya. Tiap tahun, dia selalu menerima pesanan menjahit bendera. SURYA ELVIZA/JAMBI INDEPENDENT

Tiap memasuki bulan Agustus, ada kesibukan berbeda yang dilakukan oleh pria berusia 71 tahun ini. Lelaki ramah ini akan sibuk menjahit lembaran merah putih, yang didesain menjadi bendera.

Dia adalah Zachmir, lebih akrab disapa Uda Dogan. Pasalnya, sehari-hari biasanya dia menjual kelapa muda, atau yang oleh masyarakat Jambi dikenal dengan istilah dogan. Namun setiap menjelang 17 Agustus, Uda Dogan banting stir menjadi penjahit bendera.

"Menjahit bendera ini hanya selingan saja sambil menunggu pembeli kelapa muda saya datang. Tapi Alhamdulillah banyak yang pesan," ujarnya sumringah.

Sambil kakinya terus digayuhkan di mesin jahit, laki laki berkacamata yang tinggal di Jalan Prof Sumantri brojonegoro ini, kembali mengenang masa lebih dari 20 tahun yang lalu.

Dulunya, Zachmir adalah penjahit yang cukup terkenal di Jambi. Bahkan dia pernah memiliki 28 anak buah yang bekerja sebagai penjahit. Namun, lambat laun usahanya tutup dan tidak dilanjutkannya lagi. "Sayo nih sudah pensiun menjahit. Dulu banyak anak buah. Sekarang jahit pas mau HUT RI bae," kenangnya.

Tak jarang, dengan kemampuan menjahitnya tersebut, banyak pesanan yang datang. Bahkan pada tahun ini, dirinya sudah mendapatkan pesanan bendera sejak 4 Juli lalu. Yang memesan bendera kepadanya pun tidaklah sedikit.

Ada pemerintahan, masjid, hingga pesanan dari pedagang yang akan menjual kembali bendera miliknya. "Kemarin tu baru selesai jahit bendera 20 meter untuk salah satu dinas. Ada juga untuk mesjid. Saya juga jual di depan rumah saya ini yang dekat lampu merah pasar TAC," ujarnya.

Para pedagang bendera musiman yang muncul di beberapa ruas jalan di Kota Jambi juga banyak yang pesan padanya. Mereka mengaku lebih murah, dan kualitas bendera lebih bagus jika membeli di tempatnya.

"Ada pedagang yang jualan di Telanai, Pattimura, dekat Tugu Juang dan beberapa tempat lain itu pesannya sama saya. Mereka hanya muncul pada saat menjelang HUT RI," ujarnya.

Meskipun mengaku sudah tidak bisa banyak memproduksi bendera setiap harinya, namun dirinya mengaku selalu bersemangat setiap kali menjahit bendera merah putih. "Semangat terus kalau jahit bendera meskipun saya sudah pensiun menjahit. Alhamdulillah kalau Agustus itu omset bisa sampai Rp 3 jutaan. Cuma kalau tahun ini sepi, tidak seperti tahun sebelumnya. Sayo berharap setiap HUT RI ni selalu meriahlah. Biar bendera merah putih ni berkibar di mano-mano," harapnya. (JI/viz)






BERITA BERIKUTNYA

loading...