Gara-Gara Cemburu Buta, Jakaman Tewas dengan 7 Tusukan

Jumat, 18 September 2020 | 09:05:56 WIB

BUNGOINDEPENDENT.ID, JAMBI – Jakaman Sinurat (60), tewas dengan bersimbah darah. Pria warga Lorong Wahyu Gg Bumiputera, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan itu, roboh dengan tujuh tusukan di sekujur tubuhnya. Peristiwa naas ini terjadi Rabu (16/9), pukul 20.30. Pelakunya adalah Sabudin (39) warga Jl H Badar, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan.

Informasi yang didapat Jambi Independent, rupanya peristiwa berdarah ini dilatarbelakangi api cemburu. Dulu, rumah mereka bersebelahan. Tapi belakangan, Sabudin pindah ke tempat mereka sekarang.

Sehari-hari, Sabudin bekerja sebagai sopir truk. Jarang pulang. Sejak lama, dia sebenarnya curiga kalau sang istri ada main api dengan Jakaman. Tapi dia tak pernah bisa membuktikan apapun. Semua awalnya dipendam dalam hati.

Emosinya memuncak, saat dia pulang ke rumah beberapa hari lalu. Sampai di sana, dia melihat kondisi istrinya segar bugar. Bukannya senang, Sabudin justru berpikir bahwa istrinya, Lili Agustina, masih menjalin asmara dengan korban.

Dia lantas mengambil pisau, dan membawa Lili ke rumah Jakaman dengan sepeda motor. "Dulunyo kami tetanggoan. Suami saya dengan korban masih keluarga. Dari rumah itu parang (pisau, red) sudah dibawanya, ditaroknya di samping pinggang," cerita Lili, kemarin.

Tiba di rumah Jakaman, Lili sempat mencoba lari. Tapi ditahan Sabudin, dan meminta menemaninya bertemu dengan korban. Saat itu, istri Jakaman yang keluar dari rumah, tapi langsung dibentak Sabudin.

Saat itu juga, dia melihat Jakaman sedang menonton televisi. Emosi yang memuncak membuat Sabudin gelap mata. Dia langsung masuk ke dalam, dan menyerang Jakaman dengan membabi buta.

Korban yang tak mengira dapat serangan, tak bisa mengelak. Apalagi usianya tak muda lagi. Sudah 60 tahun. Dia hanya pasrah saat Sabudin menghujaninya dengan berkali-kali tusukan. Tak berkutik. Sang istri hanya bisa menjerit ketakutan melihat suaminya terkapar.

Puas menghajar Jakaman, Sabudin langsung kabur. Tapi naas, dia langsung ditangkap oleh polisi yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Pelaku pun digiring ke Polsek Jambi Selatan. “Karno cemburu dio itu bang. Dio itu mudah nian emosi," tutupnya.

Sabudin sendiri mengaku menyerang Jakaman lantaran cemburu. “Sstri saya ada bermain belakang dengan korban, tidak ada motif lain. Walaupun saya tidak pernah melihat secara langsung,” kata dia. Pelaku juga mengaku, saat kejadian dia baru saja menenggak dua botol tuak.

Kanit Reskrim Polsek Jambi Selatan, Ipda Putu Gede Ega Purwita, melalui Panit 1 Reskrim Aiptu Anton Tindoan mengatakan saat ini pelaku masih menjalani proses pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedangkan korban tewas dibawa ke RS Bhayangkara.

"Barang bukti yang kita amankan satu unit sepeda motor Suzuki Smash BH 2066 NA warna hitam biru, sebilah pisau dan satu kasur yang masih ada bercak darah,” katanya.

Atas kejadian ini, Sabudin bakal dijerat pasal 340 KUHP jo pasal 338 KUHP jo 351 ayat 3 KUHP, tentang tindak pidana penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya, adalah seumur hidup atau hukuman mati. (bel)






BERITA BERIKUTNYA

loading...