Debi dan Uun Dititip di Lapas Kasus Pengerusakan Alkes RSUD Tebo

Rabu, 14 Oktober 2020 | 13:24:00 WIB

PERIKSA: Kedua tersangka pengerusakan alkes RSUD Tebo, saat menjalani pemeriksaan di Kejari Muara Tebo.
PERIKSA: Kedua tersangka pengerusakan alkes RSUD Tebo, saat menjalani pemeriksaan di Kejari Muara Tebo.

BUNGOINDEPENDENT.ID, MUARA TEBO – Penyidik Polsek Tebo tengah akhirnya telah melengkapi berkas perkara pengerusakan alat kesehatan di RSUD Tebo, yang menjerat tersangka Debi Erwin dan Uun Saputri Dewi, Selasa (13/10) kemarin.

Ini ditandai dengan dilakukannya pelimpahan berkas perkara, termasuk kedua tersangka ke Kejari Muara Tebo. “Sudah dilakukan pelimpahan,” sebut Kasi Intel Kejari Muara Tebo, Ari Chandra Pratama

Lanjutnya, guna memudahkan kepentingan persidangan dan dikhawatirkan melarikan diri maka, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memeriksa perkara tersebut melakukan penahann terhadap keduanya di rutan Kabupaten Muara Tebo.

“Selama 20 hari kita lakukan penitipan di rutan. Keduanya melanggar pasal 170 ayat (1) KUHP,” sebutnya.

Untuk diketahui, beberapa pekan yang lalu seorang keluarga pasien mengamuk di ruang ICU RSUD Tebo. Akibatnya, sejumlah Alkes di ruang tersebut rusak. 

Pada kasus ini Polsek Tebo Tengah telah menetapkan dua orang tersangka yakni DB dan ARB. Informasi yang berhasil dirangkum di lapangan terlihat Polsek Tebo Tengah setelah sejak sore hingga malam Rabu (23/9) akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka dan akhirnya menahan kedua tersangka di rutan Mapolres Tebo.

Kapolsek Tebo Tengah, Iptu Hasyim Asy'ari menegaskan, bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. "Sementara dari hasil pemeriksaan dan penyidikan, kita menetapkan dua orang tersangka terkait kasus ini dan dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka dirutan Mapolres Tebo," terang nya.

Dikatakannya lagi, bahwa Sebelum dilakukan penahanan kedua tersangka dilakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid tes di RSUD Sultan Taha Syaifuddin Muara Tebo.

"Secepatnya berkas perkara akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum kejaksaan negeri Tebo. Dalam perkara ini, harus dijadikan pembelajaran dalam setiap menghadapi masalah agar dilakukan dengan cara-cara yang bermoral tanpa harus main hakim sendiri atau melakukan pengrusakan terhadap suatu barang," tutup nya. (wan/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...