Oknum Pimpinan Ponpes diTebo Diduga Cabuli 5 Santriwati

Kamis, 15 Oktober 2020 | 06:05:34 WIB

Tersangka saat digiring oleh Tim Dat Reskrim Polres Tebo, Selasa(14-10-2020).
Tersangka saat digiring oleh Tim Dat Reskrim Polres Tebo, Selasa(14-10-2020).

BUNGOINDEPENDENT.ID, MUARATEBO -  KH (52), salah satu pimpinan pondok pesantren (Ponpes) yang beralamat di Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, Rabu  (14/10/2020) sekitar  pukul 11.00 WIB diamankan  Satuan Reserse Kriminal Polres  Tebo. Pelaku diamankan diduga telah melakukan pencabulan terhadap 5 Santriwati.

 

Tersangka dijemput dikediamannya RT 01 desa Karya Bakti Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. Kapolres Tebo AKBP Gunawan Trisaksono, melalui Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Mahara Tua Siregar,S.I.K membenarkan penangkapan seorang pimpinan Ponpes berdasarkan Laporan PolisiNomor : LP / B – 56/ X / 2020 / Jambi /Res Tebo/ SPKT tanggal 13 Oktober 2020.

 

Kasat menjelaskan, kasus ini terungkap saat salah satu korban diminta pulang kerumah untuk menyampaikan kepada orang tua karena belum melunasi uang SPP yang sudah melewati waktu yang ditentukan. Saat sampai dirumah korban mencerikan kepada kakaknya dan melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Polisi.

 

Saat pengembangan ternyata korban berjumlah 5 orang. Yaitu, SM(13), AS (14), CAR (15), EG (16) dan NR (15) semuanya santriwati ponpes  yang beralamat diKecamatan Tebo Tengah.

 

" SM diminta pulang kerumah untuk menyampaikan uang SPP kepada orang tua. Dari situ ia cerikan kepada sang kakak. Maka kasus ini terungkap," ujar Kasat.

 

Dari pengakuan korban ke polisi, modus yang dilakukan tersangka mengajak korban mengaji di salah satu ruang di ponpes pada malam hari dan melakukan aksinya. Bahkan lebih sadis lagi pengakuan korban ada yang sampai  melakukan yang lebih parah lagi di bagian vital. Setelah itu, korban diberikan sejumlah uang dengan jumlah yang berbeda, Rp 100 ribu dan ada juga yang lebih. 

 

"Saat ini baru lima orang  yang membuat laporan. Kemungkinan bertambah atau tidak kita tunggu perkembangan berikutnya,"  pungkas Kasat.

 

 

Untuk tersangka dikenakan pasal 82 ayat (1),( 2) ,(4) jo pasal 76E UU RI NO 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman 20 tahun penjara. (Abu)






BERITA BERIKUTNYA

loading...