Akui Cabuli 6 Santri Wanita, Begini Modus Aksi Oknum Pimpinan Ponpes di Tebo

Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:24:44 WIB

Pelaku KH ketika ditangkap Tim Sat Reskrim Polres Tebo, (14-10-2020).
Pelaku KH ketika ditangkap Tim Sat Reskrim Polres Tebo, (14-10-2020).

BUNGOINDEPENDENT.ID, MUARATEBO -  Korban Pencabulan yang dilakukan KH (54) pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes)  di Kabupaten Tebo terhadap santriwati bertambah menjadi 6 orang. Jumlah ini diakui langsung oleh pelaku kepada awak media dan  mengakui khilaf karena nafsu. Perlakuan ini dilakukan nya sejak Desember 2019.

 

Kepada awak media, Kamis (15/20/2020) pelaku mengakui kejadian pertama saat ia berkeliling asrama Santriwati pada jam tidur. Kemudian ia melihat sebuah pintu asrama tidak dikunci dan dalam keadaan terbuka. Ketika ingin menutup pintu, tampa sengaja melihat  korban yang terlelap tidur dengan pakaian terbuka. 

 

" Saat itu nafsu saya timbul dan kesempatan ada. Maka saya melakukan hal yang tidak terpuji kepada santri saya," ungkapnya.

 

Ketagihan dengan korban pertama, korban kedua ia mengakui juga ada kesempatan. Saat salah satu santri sedang sakit perut. Modusnya seolah-olah ingin mengobati dan korban diminta istrihat di kamar. Aksi kedua ini kembali mulus. Kemudian, berlanjut dengan korban lain kesempatan diambil dengan modus mengajar mengaji di salah satu ruangan.

 

Lalu ada juga modus lain, yaitu memanfaatkan kesempatan santriwati meminjam uang. Melihat ada kesempatan pelaku meminta korban masuk rumah, sampai dalam rumah kesempatan dimamfaatkan dengan baik. Berawal korban dipeluk dari belakang dan langsung beraksi. Semua korban juga dijanjikan iming-iming diberikan uang.

 

" Korban semua saya ingat, ada sebanyak 6 orang. Demi Allah bang, tidak sampai berhubungan badan," ujarnya.

 

Kapolres Tebo AKBP Gunawan Trisaksono, melalui Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Mahara Tua Siregar,S.I.K mengakui sejauh ini pihaknya baru menerima 5 orang korban yang melapor atas kasus tersebut. 

 

" Yang melapor baru 5 orang. Tapi kasus ini terus kita kembangkan," ungkap Kasat.

 

Kepada awak media disampaikan Kasat meminta kepada semua korban, baik melalui orang tua untuk bisa melaporkan ke Polres Tebo . Pihak nya mengakui membuka diri. Untuk diketahui, pelaku ditangkap Rabu  (14/10/2020) sekitar  pukul 11.00 WIB, diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres  Tebo. Pelaku diamankan diduga telah melakukan pencabulan kepada 5 Santriwati. Berdasarkan  Laporan PolisiNomor : LP / B – 56/ X / 2020 / Jambi /Res Tebo/ SPKT tanggal 13 Oktober 2020.

 

Aksi bejat pelaku terbongkar, saat salah satu korban  diminta pengurus Ponpes pulang kerumah untuk menyampaikan kepada orang tua karena belum melunasi uang SPP yang sudah melewati waktu yang ditentukan. Saat sampai dirumah korban mencerikan kepada kakaknya dan melaporkan perbuatan bejat pelaku kepolisi. (abu)






BERITA BERIKUTNYA

loading...